Rabu, 22 November 2017

Awas! Prostitusi Online Juga ada di Padang, ini Mucikari dan Korbannya

TOPIKINI.COM Ditreskrimum Polda Sumatera Barat membongkar jaringan prostitusi online, yang melibatkan PSK di bawah umur. Polisi menangkap dua orang mucikari dan lima orang pekerja seks komersial. Para tersangka mencari pelanggan melalui aplikasi “we chat”.

Ditreskrimum Polda Sumatra Barat merilis pengungkapan jaringan prostitusi on line di Mapolda Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Selasa (18/4) siang. Jaringan ini melibatkan dua orang tersangka,  masing-masing HDK 30 tahun dan JF 20 tahun.

Penangkapan ini diberlangsung di salah satu hotel di Jalan Juanda, pukul 11.00 WIB, tanggal 16 April 2017. Polisi melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang, melalui aplikasi we chat terhadap mucikari berinisial  HDK.

Polisi yang menyamar ini memesan empat-lima wanita di bawah umur. Sesuai kesekapakatan, wanita yang disediakan HDK, telah berada di dalam kamar hotel.

Saat berada di kamar 412 dan 436, polisi langsung mengamankan lima orang wanita bersama dua orang tersangka sebagai penyedia wanita. Kelima wanita tersebut SLV 20 tahun, SR 19 tahun, EP 16 tahun, DB 16 tahun dan DSY 16 tahun.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi Edri Adrimulan Chaniago, berdasarkan pengakuan tersangka, harga pasaran mereka  Rp 800 ribu untuk short time, dan  Rp1,6 juta untuk long time.

Sistem pembagian, 70 persen untuk PSK dan 30 persen untuk mucikari. Para PSK sudah dibawa ke panti rehabilitasi Sukarami Solok, untuk pemulihan karena mereka dianggap sebagai korban perdagangan manusia.

“Kedua tersangka mengaku baru beberapa bulan menjalankan bisnis prostitusi online ini. Namun ini masih kami dalami lebih lanjut. Yang jelas, ini adalah hal baru dan sangat mengejutkan karena prostitusi online ini baru pertama kali terungkap di Sumatera Barat,” kata Kombes Pol Edri Adrimulan Chaniago, Dir Reskrim Umum Polda Sumatera Barat.

Dari tangah tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. diantaranya, uang tunai senilai  Rp1,6 juta rupiah, lima bungkus alat kontrasepsi dan dua unit handphone.

Kedua tersangka dijerat pasal 76 ayat 1 jo pasal 88 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, para tersangka juga dijerat dengan Undang-Undang nomor 21 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. (dio)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *