Cerita Menarik Rizal Munir, Salah Seorang Pendiri Radio Arbes

Yang pasti bana saya bersyukur ikut berkumpul dengan orang muda kreatif di Arbes selalu dihati…yang pasti indak pula mencoba membayangkannya di tahun 70an, ikut2an hobby Armeyn khaidir yang bersekolah di STM itu main rojer2an difrekuensi SW yg bisa ber kata2 dengan kawan2 di seluruh Indonesia, rasanya saat itu udah ndak dapat dikata merasa sudah hebat sekali, bosan ber rojer2 ria ditingkatkan peralatan seadanya bisa bersiaran dengan me mutar2 lagu, rasanya tambah hebat lagi.

Mendengar frekunsi lain memutar lagu dan ber kata2 kami ikut pula, maaf walau papi kurang setuju dan menantang, tapi kami punya bekingan mami almh (alfatihah utk mami) keluar jugalah duit papi untuk membeli peralatan yang akan dirakit Armeyn Edyson maka berisaran lah kami. Indak terkatakan doh senangnya hati kami suara kita bisa didengar seperti penyiar RRI, rasa batambah pulalah hebat kami kan.

“Selamat siang pendengar ini lah radio Indora Station Yenkee Delta lima yang dipancarkan dari jalan pasar Raya 57 Padang bersama penyiar saudara Jaka Agung” ndak hebat tuu saat itu saya baru masuk di sma,.kawan2 sama2 di sma 1 mulai mempergunjingkan saya disaat saya tampil didepan 10 lokal kls 1 dalam menjalani posma sma 1 (pengenalan sekolah istilahnya).Saya teringat pesan mamak saya dikampung, apapun kerja jangan mau jadi pengikut jadilah penentu atau sekurang menjadi orang yang dilirik.

Saya pula yang dikasih mic saya kolak lah semuanya 400 orang murid baru tambah para senior dan majelis guru, ada guru di sma 1 itu terkenal tak pernah senyum disaat mendengar saya ber kata2 lari ibu itu mencari wc. Hebat saya mulai men jadi2 (ini kata saya) disekolah terpilih jadi King, di dario mulai pula dikenal orang, Saya mulai me lonjak2 kesenangan.

Aturan demi aturan mulai diterbitkan dalam menertibkan radio lalu Indora (diambil dari nama usaha travel dan lidruck papi) bertukar dan ditingkatkan statusnya jadi. PT Angkasa Ria Brodcasting Systim disingkat ARBES Rasonia (maknanya adalah Armeyn Bersaudara) aturan aturan lah radio bertukar nama saya tukar pula nama saya dari Jaka Agung jadi Rizal Sabantha.

Dalam perjalanan itu yang tadinya saya kegadangan hati karena senang, saat itu telah berpindah kepada fans kegirangan dan me lonjak2 kalau bertemu dengan saya, ndak hebat tuu hebatkan tapi sahabat saya Armeyn Ar Sastra Dilaga yang jelas lebih hebat dengan Edison Pamuja, Armeyn ada kelebihannya selalu mendengarkan saran saya untuk untuk kebaikan kehebatan siaran, baik meningkat kualitas siaran dan juga mendapatkan lebih dahulu piringan hitam lagu2 baru dari radio lain, walau untuk memperoleh itu tidak langsung dikabulkan papi.

Itulah yang membuat akhir nya dikenal banyak orang di Kota Padang, tak mendengarkan radio Arbes se akan dunia ini tidak lengkap saat itu…hahaha….

Karena menurutkan perangai masa muda, di sma saya bercakak dengan guru saat klas 2 yang membuat saya harus pindah menyelesaikan sekolah di sma 3 medan sekaligus belajar dan menyimak gaya2 radio kota medan….(bersambung).

Tinggalkan Balasan